<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>university of life</title>
	<atom:link href="http://kutauyangkumau.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com</link>
	<description>to be a better me</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Aug 2008 07:20:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kutauyangkumau.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>university of life</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kutauyangkumau.wordpress.com/osd.xml" title="university of life" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kutauyangkumau.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cukup Itu Berapa?</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/08/07/cukup-itu-berapa/</link>
		<comments>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/08/07/cukup-itu-berapa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 07:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhticici</dc:creator>
				<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutauyangkumau.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=105&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. “Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Belajarlah untuk berkata “Cukup”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Diambil dari <a title="beraniegagal" href="http://www.beraniegagal.com" target="_blank">sini</a>.</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kutauyangkumau.wordpress.com/105/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kutauyangkumau.wordpress.com/105/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kutauyangkumau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kutauyangkumau.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kutauyangkumau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kutauyangkumau.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kutauyangkumau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kutauyangkumau.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kutauyangkumau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kutauyangkumau.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kutauyangkumau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kutauyangkumau.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kutauyangkumau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kutauyangkumau.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kutauyangkumau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kutauyangkumau.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=105&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/08/07/cukup-itu-berapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b73f8188b5db083d0e70044cc76a6e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ukhticici</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Men From Mars, Women From Venus</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/31/men-from-mars-women-from-venus/</link>
		<comments>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/31/men-from-mars-women-from-venus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 06:58:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhticici</dc:creator>
				<category><![CDATA[communication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutauyangkumau.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Tentang Perbedaan Karena dilahirkan dalam lingkungan yang berbeda, wanita dan pria secara fitrah memiliki berbagai aspek yang berbeda satu sama lain. Tidak semua orang menyadari keterbedaannya. Perbedaan itu wajar, jika dikombinasikan dengan baik akan menghasilkan keindahan yang luar biasa. Tapi seperti pedang dengan 2 sisi, perbedaan ini memiliki potensi konflik yang mampu memicu pertengkaran. Kesalahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=103&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="item_body" class="bodytext"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong>Tentang Perbedaan</p>
<p></strong>Karena dilahirkan dalam lingkungan yang berbeda, wanita dan pria secara fitrah memiliki berbagai aspek yang berbeda satu sama lain. Tidak semua orang menyadari keterbedaannya. Perbedaan itu wajar, jika dikombinasikan dengan baik akan menghasilkan keindahan yang luar biasa. Tapi seperti pedang dengan 2 sisi, perbedaan ini memiliki potensi konflik yang mampu memicu pertengkaran. Kesalahan yang umum terjadi adalah pria mengharapkan pasangannya bereaksi sebagaimana pria, demikian juga sebaliknya. Mereka lupa, bahwa mereka diciptakan berbeda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong>Perbedaan #1 : Nilai-nilai yang Berbeda</p>
<p></strong>Keluhan paling umum yang terjadi yang sering diungkapkan wanita adalah bahwa pria tidak mendengarkan dan bersikap dingin. Sedang keluhan pria adalah wanita selalu mencoba mengubahnya seakan-akan pria adalah masalah bagi pasangannya.</p>
<p>Kaum Mars sangat menghargai nilai keterampilan. Mereka menyukai untuk melakukan kesulitannya sendirian, dan jarang membicarakannya kecuali kepada ahlinya. Di Mars, mencapai sasaran adalah cara untuk membuktikan kemampuannya sehingga dia bisa dihargai oleh yang lain. Meminta pertolongan kepada orang lain dianggap sebagai tanda kelemahan dan penghinaan.<br />
Sebaliknya, wanita Venus menghargai cinta dan hubungan. Mereka selalu mendukung satu sama lain, menolong, dan saling melayani. Meminta pertolongan bukanlah hal yang tabu, bahkan mereka selalu ingin berbagi satu sama lain. Mereka tidak menggunakan seragam seperti pria, bahkan mereka mengenakan pakaian yang berbeda sesuai dengan perasaan. Perasaan sangatlah penting bagi mereka.</p>
<p>Nilai yang berbeda ini bisa menimbulkan masalah, jika tidak diperhatikan dengan baik. Kesalahan umum kaum wanita adalah <strong>selalu berusaha memberikan nasihat bagi pasangannya</strong>. Bagi wanita, meminta tolong dan mendapatkan nasihat bukanlah hal yang terlarang, Tapi, pria menjadi merasa tidak dihargai dan diterima. Jauh di lubuk hatinya, pria ingin diterima apa adanya oleh pasangannya. Penghargaan dari wanita tentang pencapaian sasaran dalam bentuk dukungan adalah apa yang diharapkan kaum pria. </span></p>
<p><span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
Saran untuk wanita : Jika pria menghadapi masalah atau Anda melihat sesuatu yang salah, tahan keinginan untuk memberikan nasihat. Sebaliknya berikan dukungan positif tanpa ikut campur terlalu jauh (kecuali diminta).</p>
<p></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Ada</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> cara untuk memberikan motivasi bagi pria sehingga pria tidak merasa dikuasai yaitu dengan meminta pertolongannya. Dalam benak pria, dia selalu ingin melindungi wanita. Meminta pertolongan (tapi bukan menuntut yah!) adalah cara yang terbaik. Atau jika Anda melihat sesuatu yang salah dalam diri pria, cobalah membahasnya di lain waktu sehingga pria tidak merasa diserang. Ingat, penghargaan dari wanita adalah cara terbaik untuk memotivasi pria.</p>
<p>Sebaliknya, kesalahan umum para pria adalah <strong>kemampuan mendengarkannya yang kurang</strong>. Pria cenderung berusaha menyelesaikan permasalahan yang ada ketimbang mendengarkan perasaan sebab di Mars pencapaian dan penyelesaian adalah yang utama. Akan tetapi, wanita seringkali berbicara masalaah-masalahnya hanya untuk didengarkan, sementara pria langsung menyelanya dengan mengajukan solusi. Kerap, wanita menjadi kesal dan tidak menghargai saran-saran pria sehingga pria merasa tidak dihargai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Saran untuk pria : berusahalah mendengarkan keluhan wanita tanpa menawarkan solusi. Wanita sering membicarakan masalahnya untuk menjadi akrab dengan pasangannya. Jangan menyatakan kepada wanita bahwa wanita seharusnya tidak merasa kesal atau merasa marah dengan suatu keadaan. Sebaliknya, hargailah perasaannya..dengan begitu wanita akan menjadi merasa lebih lega. Berikan solusi saat wanita sudah merasa lega, jangan langsung menyelanya dengan tawaran solusi yang Anda miliki. Wanita hanya membutuhkan empati dan perhatian dari Anda, bukan segudang daftar manual How To. Ingatlah bahwa perhatian adalah kebutuhan mendasar dan alat motivasi utama bagi wanita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong>Perbedaan #2 : Cara Menghadapi Permasalahan</p>
<p></strong>Pria menyukai independensi, sedang wanita menyukai hubungan yang harmonis. Saat menghadapi masalah/stress, pria cenderung memusatkan perhatian kepada masalahnya dan menarik diri dari lingkungannya. Pria akan masuk ke guanya sendiri dan berdiam di </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">sana</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> untuk merenungi permasalahannya. Sedang wanita saat menghadapi permasalahan, cenderung membicarakannya kepada pasangannya.</p>
<p><strong>Pria saat menghadapi permasalahan akan masuk ke gua dan menyendiri</strong>. Bisa jadi beberapa menit, bisa jadi berjam-jam. Pria akan merasa nyaman berada di guanya tersebut dan mampu memfokuskan diri menyelesaikan masalah. Pada saat-saat ini, pria akan menjadi menjauh serta tidak tanggap dalam hubungannya. 95% konsentrasi pikirannya berada dalam masalah tersebut, dan 5% sisanya tersedia untuk yang lain. Wanita mungkin merasa pria mengabaikannya dan berusaha memberikan simpati dengan mengajaknya berbicara. Sangat tidak realistis mengharapkan pria menjadi terbuka, tanggap, dan penuh cinta secara tiba-tiba saat dia masuk ke guanya. Jangan coba mendesaknya untuk bercerita. Penjaga gua tersebut (yaitu amarah sang pria) dapat menyemburkan api secara kejam, dan pertengkaranpun dimulai. Sebaliknya, tunggulah saat pria keluar dari gua. Jika dia sudah siap keluar dari gua, dia akan keluar dengan penuh cinta. Anda dapat memancingnya berbicara saat dia sudah keluar dari gua. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
Sebaliknya, saat mengalami ketegangan jiwa, secara naluri <strong>wanita merasa perlu membicarakannya</strong>. Wanita akan membicarakan masalahnya secara acak yang akan membingungkan pria. Wanita cenderung membicarakan segala jenis kesulitan, baik di masa lampau, masa depan, atau kesulitan yang mungkin terjadi pada saat tegang. Makin banyak berbicara, makin baik perasaan mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">Kesalahan yang kadang terjadi adalah saat wanita membicarakan permasalahan adalah pria menganggapnya sebagai serangan pribadi. Pria tidak sadar bahwa wanita membicarakannya hanya untuk merasa enak. Pria tidak tahu kalau wanita akan sangat menghargai jika pria mendengarkan perasaan mereka. Pria Mars membicarakan masalah hanya demi 2 alasan : menyalahkan seseorang atau mencari nasihat. Dengan paradigma tersebut, pria menganggap kemarahan wanita sebagai kesalahan dirinya atau wanita sedang mencari solusi. Padahal, tidak seperti itu! Cobalah dengarkan perasaan wanita tanpa menyela. Saat wanita sudah merasa lega, barulah Anda berbicara.</p>
<p>Terkadang, permasalahan terjadi pada saat yang bersamaan (seperti saat pulang kerja). Saat pria ingin masuk ke gua, wanita ingin berbicara. Pada saat ini, jika dipaksakan konfrontasi tidak dapat dielakkan jika tidak didasarkan pada pemahaman yang benar. Jika dipaksakan, pria akan merasa wanita terlampau cerewet sementara wanita merasa pria sangat dingin dan angkuh. Cobalah bertoleransi dengan memahami pikiran satu sama lain sehingga pria dan wanita dapat berdamai dan konflik dapat dielakkan.</p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong>Perbedaan #3 : Bahasa yang Berbeda</p>
<p></strong>Kaum pria dan wanita bicara dalam bahasa yang berbeda. Komunikasi yang baik adalah kuncinya. Bahasa Mars dan Venus mempunyai kata-kata yang sama, tetapi memiliki makna yang berbeda. Hal ini menyebabkan kesalahpahaman di antara mereka.</p>
<p><strong>Wanita berbicara untuk mengungkapkan perasaan</strong>. Untuk mengungkapkan perasaan, wanita menggunakan kata-kata penyangat, kiasan, dan penyamarataan. Kaum pria keliru dalam memahami maknanya dan malah menuruti arti harafiahnya. Oleh karenanya, tanggapan pria malah tidak mendukung sama sekali. Jika wanita menyatakan “saya tidak didengar”, secara keliru pria mengira itu adalah pernyataan harafiah dan membatahnya bahwa dia sudah cukup mendengar. Maksud wanita atas pernyataan tersebut sebenarnya adalah : “saya merasa kau tidak sepenuhnya memahami maksud saya dan tidak peduli mengenai perasaan saya”.</p>
<p>Sedangkan tantangan terbesar yang dihadapi wanita adalah menafsirkan sikap diam pria. <strong>Pria berbicara berdasarkan apa yang penting untuk dibicarakan</strong>. Sebelum siap berbicara, terlebih dahulu pria akan “mengunyah” informasi dan merenungkannya masak-masak. Saat itu, pria akan menjadi diam. Ingat, pria akan menyendiri dalam gua jika ada masalah. Sikap diam ini bukan berarti dia tidak mencintai wanita pasangannya lagi, akan tetapi ini menggelisahkan wanita sebab wanita akan diam apabila ucapannya akan menyakitkan atau kalau ia sudah tidak mempercayai seseorang dan tidak ingin berhubungan lagi. Bila saat ditanya, dan pria menjawab “Aku baik-baik saja”, wanita mungkin mengartikan “Aku tidak marah dan aku tidak peduli!”. Padahal, pria hendak menyatakan “Aku baik-baik saja. Aku dapat mengatasi kekecewaanku. Aku tidak membutuhkan bantuan. Terima kasih.”</p>
<p>Tanpa terjemaahan yang tepat, komunikasi antara pria dan wanita akan menjadi buruk. Kunci kesuksesan suatu hubungan adalah komunikasi yang baik. Tapi ini membutuhkan kerja sama dan kerja keras dari kedua belah pihak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong>Perbedaan #4 : Kebutuhan Emosional yang Berbeda</p>
<p></strong>Kaum pria dan wanita tidak menyadari bahwa mereka memiliki kebutuhan emosional yang berbeda. Akibatnya, mereka tidak tahu cara untuk saling mendukung. Lazimnya, pria memberikan apa yang dikehendaki pria dan begitu juga sebaliknya. Sering mereka merasa terlalu banyak memberi, padahal pasangannya tidak merasa menerima apa-apa.</p>
<p>Terdapat dua belas jenis cinta yang dibutuhkan pria dan wanita. Berikut daftar jenis cinta yang dibutuhkan pria dan wanita :</p>
<p><strong>Wanita perlu menerima </strong></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Perhatian</span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pengertian</span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Hormat</span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kesetiaan</span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penegasan</span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Jaminan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong>Pria perlu menerima</strong> </span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kepercayaan</span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penerimaan</span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penghargaan</span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kekaguman</span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Persetujuan</span></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dorongan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Tentunya, pria dan wanita membutuhkan kedua belas jenis cinta tersebut. Akan tetapi, kebutuhan primer akan 6 jenis cinta dari masing-masing gender harus didahulukan sebelum seseorang sanggup menerima jenis cinta lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong>Konklusi Umum</p>
<p></strong>Perbedaaan pria dan wanita ini akan terus melekat. Untuk berkomunikasi dengan baik dan menjaga hubungan tetap harmonis, pria dan wanita perlu mengetahui bahwa perbedaan-perbedaan ini wajar dan mampu mendukung satu sama lain berdasarkan pemahaman akan perbedaan tersebut. Diperlukan proses belajar terus menerus untuk memahami satu sama lain.</span></p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> &gt;&gt;&gt;&gt; Diambil dari artikel temenku, Ruliyanto Pribadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">Diambil dari <a title="aunidya" href="http://aunidya.multiply.com/journal/item/3" target="_blank">sini</a>.</p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kutauyangkumau.wordpress.com/103/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kutauyangkumau.wordpress.com/103/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kutauyangkumau.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kutauyangkumau.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kutauyangkumau.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kutauyangkumau.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kutauyangkumau.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kutauyangkumau.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kutauyangkumau.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kutauyangkumau.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kutauyangkumau.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kutauyangkumau.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kutauyangkumau.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kutauyangkumau.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kutauyangkumau.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kutauyangkumau.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=103&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/31/men-from-mars-women-from-venus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b73f8188b5db083d0e70044cc76a6e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ukhticici</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Tempat &#8216;Curhat&#8217; Tanpa Terlarut&#8230;</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/28/menjadi-tempat-curhat-tanpa-terlarut/</link>
		<comments>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/28/menjadi-tempat-curhat-tanpa-terlarut/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 06:11:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhticici</dc:creator>
				<category><![CDATA[communication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutauyangkumau.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Anda bermaksud menjadi &#8216;dewa penolong&#8217; ketika teman terjerat masalah. Anda menjadi tempat curhatnya dan juga ikut memikirkan solusinya. Tapi sayangnya, Anda ikut tenggelam dalam masalah yang seharusnya tak perlu. Belum lagi jika saran yang Anda berikan ternyata justru memperburuk keadaan sang teman. Akibatnya Andapun merasa lelah lahir batin gara-gara jadi &#8216;psikolog amatir&#8217;&#8230; Simak 5 trik cerdik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=100&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table id="AutoNumber2" border="0" cellpadding="5" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="row" width="100%">
<p align="center"><strong><span style="font-family:Arial;font-size:medium;"> </span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="row" width="100%" bgcolor="#faf8fc">
<table id="AutoNumber14" border="0" cellpadding="5" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="row" width="33%"><img src="http://www.conectique.com/i/art/adved_1164614458.jpg" alt="" /></td>
<td class="row" width="61%">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Anda bermaksud menjadi &#8216;dewa penolong&#8217; ketika teman terjerat masalah. Anda menjadi tempat curhatnya dan juga ikut memikirkan solusinya. Tapi sayangnya, Anda ikut tenggelam dalam masalah yang seharusnya tak perlu. Belum lagi jika saran yang Anda berikan ternyata justru memperburuk keadaan sang teman. Akibatnya Andapun merasa lelah lahir batin gara-gara jadi &#8216;psikolog amatir&#8217;&#8230;</p>
<p>Simak 5 trik cerdik berikut agar Anda tidak ikut menjadi stres karena tengah menolong menyelesaikan masalah seorang teman:</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="row" width="100%" bgcolor="#ffffff">
<div>
<table id="AutoNumber15" border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="row" width="52%">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><strong>Mendengar <em>Yes</em>, Tertarik </strong><em><strong>No<br />
</strong></em>Saat ia bercerita, sediakan telinga Anda selebar mungkin tetapi tidak usah terlalu banyak menyelak dan bertanya ini-itu. Biarkan ia mengungkapkan apa yang tengah menimpa dirinya. Tunjukkan lewat ekspresi wajah dan sikap tubuh bahwa Anda di sini untuk dia. Dalam keadaan seperti ini, ia hanya ingin didengar dulu untuk meringankan bebannya. Anda tak perlu buru-buru &#8216;masuk&#8217; ke dalam permasalahannya.</span></td>
<td class="row" width="45%"><img src="http://www.conectique.com/i/art/adved_1164614483.jpg" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="row" width="100%" bgcolor="#fbf7fd">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><strong>Tak Perlu Merasa Bersalah<br />
</strong>Berhati-hatilah, menampung terlalu banyak masalah orang lain bisa mempengaruhi emosi dan pikiran Anda. Ketika Anda memberikan saran/solusi, maka ada beberapa kemungkinan. Keadaan semakin membaik, semakin buruk atau saran yang Anda berikan dipersepsikan berbeda sehingga solusi yang diambil salah. Jika itu terjadi Anda tidak perlu merasa bersalah karena Anda bukanlah psikolog profesional yang ahli dalam memberikan solusi yang tepat  semua jawaban dari masalah orang lain. <em>At least you tried!</em></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><strong>Empati &amp; Simpati yang Proporsional<br />
</strong>Menjadi tempat <em>curhat </em>membutuhkan rasa empati (pengertian terhadap perasaan, kebutuhan dan penderitaan pribadi orang lain), tanpa melibatkan sikap emosional atau simpati yang berlebihan.</span></td>
</tr>
<tr>
<td class="row" width="100%" bgcolor="#fbfbfb">
<div>
<table id="AutoNumber17" border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="row" width="33%"><img src="http://www.conectique.com/i/art/adved_1164614516.jpg" alt="" /></td>
<td class="row" width="65%">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><strong>Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri<br />
</strong>Awalnya Anda memang <em>excited </em>ketika orang lain menumpahkan perasaannya pada Anda. Timbul rasa dibutuhkan dan dipercaya. Namun ketika sms Anda selalu penuh dengan keluh kesah sang teman, bisa dipastikan Anda mulai merasa jenuh. Jika ini mulai mengganggu, bukan kewajiban Anda untuk terus menomorsatukan dirinya. Prioritaskan apa yang paling penting dulu, baru ladeni ia (itupun jika Anda mau melakukannya tidak dengan terpaksa). Bila tak ingin diganggu, matikan telepon saat Anda butuh istirahat. Pakailah waktu untuk diri sendiri dengan melakukan hobi Anda misalnya.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="row" width="100%" bgcolor="#f7eefb">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><strong>Jangan jatuh iba</strong><br />
Jangan terlalu terpengaruh dengan masalah sang teman sehingga Anda sampai begitu jatuh iba padanya. Anda hanya perlu memberikan tanggapan positif ketika ia selesai bercerita seperti tersenyum, memeluknya atau melontarkan lelucon agar suasana menjadi lebih ceria. </span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Diambil dari <a title="conectique" href="http://www.conectique.com/tips_solution/stress_release/article.php?article_id=4572" target="_blank">sini</a>.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kutauyangkumau.wordpress.com/100/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kutauyangkumau.wordpress.com/100/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kutauyangkumau.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kutauyangkumau.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kutauyangkumau.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kutauyangkumau.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kutauyangkumau.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kutauyangkumau.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kutauyangkumau.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kutauyangkumau.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kutauyangkumau.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kutauyangkumau.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kutauyangkumau.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kutauyangkumau.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kutauyangkumau.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kutauyangkumau.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=100&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/28/menjadi-tempat-curhat-tanpa-terlarut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b73f8188b5db083d0e70044cc76a6e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ukhticici</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.conectique.com/i/art/adved_1164614458.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.conectique.com/i/art/adved_1164614483.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.conectique.com/i/art/adved_1164614516.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana menjadi pendengar yang baik</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/25/how-to-be-a-good-listener/</link>
		<comments>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/25/how-to-be-a-good-listener/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 03:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhticici</dc:creator>
				<category><![CDATA[communication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutauyangkumau.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat perbedaan antara “listening” dan “hearing”. Kedua kata bahasa Inggris tersebut dalam bahasa Indonesia mempunyai arti yang sama. Namun sebenarnya “hearing” adalah mendengar yang bersifat fisik, artinya ada suara yang terdengar oleh telinga kita, namun tidak dicerna oleh pikiran kita, jadi apa-apa yang terdengar oleh kita bersifat angin lalu, tidak berkesan. “Listening” dilain pihak lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=95&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terdapat perbedaan antara “listening” dan “hearing”. Kedua kata bahasa Inggris tersebut dalam bahasa Indonesia mempunyai arti yang sama. Namun sebenarnya “hearing” adalah mendengar yang bersifat fisik, artinya ada suara yang terdengar oleh telinga kita, namun tidak dicerna oleh pikiran kita, jadi apa-apa yang terdengar oleh kita bersifat angin lalu, tidak berkesan. “Listening” dilain pihak lebih dari sekedar “hearing”. “Listening” melibatkan usaha-usaha aktif dari pikiran kita dan perhatian penuh atas apa yang kita dengar melalui telinga kita. Pembahasan artikel ini adalah tentang “listening”, bukan “hearing”.<br />
Mendengar adalah bagian penting dari komunikasi. Menjadi pendengar yang baik dan sabar bisa membantu tidak hanya memecahkan banyak masalah di kantor atau di rumah, tetapi juga untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain, sehingga membuka pemahaman dan meningkatkan kemampuan empati. Dengan mendengar, kita bisa belajar banyak hal.</p>
<p><strong>Steps</strong></p>
<p>1.    Tempatkan diri kita di posisi orang lain. Kita bisa berusaha mencegah respon reaktif kita untuk marah, merasa sebal ataupun terluka dengan mencoba melihat masalah dari perspektif orang lain dan secara aktif melihat dari sudut pandang dia. Berhenti merasa lebih pintar dan cobalah membayangkan diri kita di posisi orang lain.<br />
2.    Jauhkan semua gangguan. Berikan 100% perhatian. Silent suara HP, jangan biarkan mata kita terlihat gelisah menunggu kapan pembicaraan berakhir, dan secara sopan menginterupsi pembicaraan misalnya jika tiba2 ada teman kita yang lewat dan menyapa kita. Sebaiknya cari tempat dimana gangguan2 semacam itu tidak terjadi.<br />
3.    Latih kemampuan mengekspresikan empati.</p>
<ul>
<li>Pengulangan dan dukungan : ulangi beberapa hal yang dikatakan curhater. Dan pada waktu bersamaan, dukung curhater dengan feedback positif. Contohnya, katakan : “Hmm jadi kamu merasa tidak pantas disalahkan. Ya, aku bisa melihat alasannya.”</li>
<li>Simpulkan dan nyatakan ulang apa yang curhater katakan dengan kalimatmu sendiri. Ini bisa  menentramkan hati curhater bahwa kamu benar2 mendengarkan apa yang dia katakan. Juga memberikan kesempatan kepada curhater untuk mengkoreksi jika terjadi kesalahan asumsi atau pengertian yang mungkin terjadi selama acara curhat berlangsung.</li>
</ul>
<p>4.    Jangan menginterupsi pembicaraan dengan apa yang kita rasakan atau pikirkan tentang topik yang sedang didiskusikan. Tunggu sampai dia bertanya apa pendapat kita. Active Listening artinya kita dibutuhkan untuk mengenyampingkan sementara pendapat kita, dan menunggu waktu yang tepat untuk menyimpulkan. Hindari memberi saran langsung. Biarkan dia berbicara tentang situasinya dan berusaha menemukan caranya sendiri.<br />
5.    Berikan pertanyaan yang membangun. Bukan pertanyaan yang membuat curhater menjadi defensif (berusaha membela diri dan mencari pembenaran). Gunakan pertanyaan yang mendorong curhater untuk mulai mencapai kesimpulannya sendiri tentang masalah sebenarnya. Sekali kita menunjukkan sikap mendengar dengan empati, selanjutnya kita dapat beralih ke empowering listening dengan membatasi arah pertanyaan. Contohnya : “Kamu tidak nyaman merasa disalahkan. Tapi aku tidak mengerti kenapa kamu lebih memilih merasa disalahkan daripada memilih merasa diminta untuk tidak melakukan hal yang seperti itu.” Pertanyaan semacam ini memberikan kesempatan kepada curhater untuk memberikan respon secara langsung jika kita kurang/tidak tepat dalam memahami masalah. Dalam proses tersebut, curhater akan mulai beralih dari respon yang lebih emosional menjadi respon yang lebih konstruktif (positif/berguna).<br />
6.    Dalam proses memberikan respon yang mendukung dan membangun, seorang active listener harus tetap sabar dan membiarkan curhater mengeluarkan semua pikiran, perasaan dan pendapatnya. Tetap posisikan diri kita di posisinya dan coba untuk mengira2 mengapa dia berada dalam situasi itu.<br />
7.    Gunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah untuk mengekspresikan ketertarikan dan untuk menggali apa yang tidak terucap.</p>
<ul>
<li>Ekspresikan ketertarikan dan usahakan sambil menatap matanya. Jangan berlebihan, tetap tampilkan keramah-tamahan dan  keterbukaan.</li>
<li>Cermati setiap kata yang keluar. Selalu simak hal-hal yang tidak terucap atau tanda2 yang dapat membantu kita mengukur perasaan sebenarnya dari curhater. Perhatikan ekspresi wajah dan tubuhnya untuk mengumpulkan semua informasi, tidak hanya dari kata2 yang keluar dari mulutnya. Bayangkan pikiran seperti apa yang ada di benak kita ketika kita menampilkan ekspresi wajah, tubuh dan volume seperti yang curhater lakukan saat berbicara.</li>
<li>Bicaralah dengan level energi yang lebih kurang sama dengan energi yang dikeluarkan curhater. Dengan cara ini, curhater akan mengetahui bahwa pesan tersampaikan dan dia tidak perlu mengulang cerita.</li>
</ul>
<p>8.    Sabar terhadap jeda. Jangan langsung berbicara setelah curhater menyampaikan kesimpulannya dan jika ada jeda setelahnya. Bisa jadi masih ada yang ingin disampaikan oleh curhater. Biarkan curhater yang pertama memecahkan jeda. Listening adalah tentang memahami orang lain, bukan tentang memberikan nasihat (kecuali jika diminta).<br />
9.    Apapun kesimpulan pembicaraan, biarkan curhater mengetahui kita merasa senang selama mendengarkan. Sampaikan bahwa kita terbuka untuk diskusi selanjutnya jika dibutuhkan. Tawarkan untuk membantu memberikan solusi kapanpun kita punya kemampuan dan waktu. Bagaimanapun, jangan membangun harapan semu. Jika yang bisa kita sediakan untuk diskusi selanjutnya adalah hanya untuk menjadi active listener, tekankan itu.<br />
10.    Terimalah bahwa setiap orang unik dalam cara berpikir dan cara mengekspresikan dirinya. Seringkali kita mengambil kesimpulan sebelum orang lain selesai berbicara karena kita menempatkan informasi yang kita dengar ke dalam cara kita berpikir.<br />
11.    Hanya karena seseorang bercerita kepada kita, tidak berarti dia sedang meminta input dari kita! Seringkali kita berpikir orang lain sangat ingin tahu apa yang kita pikirkan terhadap apa yang sedang mereka katakan… itu salah! Tunggulah, biarkan sampai curhater menanyakan opini, pikiran atau pendapat kita. Jika tidak, kita akan menjadi pembicara yang tidak didengarkan! Ini adalah latihan yang menyenangkan untuk dicoba dan kita akan merasa kaget mengetahui begitu banyak orang yang tidak akan menanyakan input dari kita. Dan selama ini kita telah dengan gampangnya memberikan masukan, yang kita pikir bahwa itu yang sebenarnya dibutuhkan mereka.<br />
12.    Sebagian besar informasi tidak diingat karena kita sedang memikirkan respon kita kepada curhater dan karenanya kita kehilangan apa yang dibicarakan. Tahanlah dorongan untuk merumuskan respon. Itu adalah active thinking, bukan listening.<br />
<strong>Tips</strong></p>
<p><strong></strong><br />
•    Listening adalah tentang menciptakan kepedulian dimana orang lain merasa didukung melalui kemampuan kita dalam memahami.<br />
•    Semakin banyak mendengar, kita akan menjadi semakin dipercaya.<br />
•    Semakin sulit proses mendengar, semakin penting sesuatu itu untuk didengarkan.<br />
•    Ingatlah bahwa ketika teman kita merasa didengarkan, semakin besar kemungkinan dia akan mendengarkan ide kita. Dan sebaliknya, jika satu sama lain tidak saling mendengar, maka tidak akan kesempatan untuk mengekpresikan diri masing-masing sepenuhnya. Keinginan kita untuk mengekspresikan diri harus dimulai dengan mendengarkan orang lain dengan baik.<br />
•    Tunda pembicaraan penting jika kita tidak mood untuk mendengar. Jangan memaksakan pembicaraan dimana pikiran kita masih terganggu oleh emosi, kekhawatiran-kekhawatiran, dan hal-hal lain yang mencegah kita untuk mendengar.<br />
•    Kadang kita butuh untuk menyerap apa yang tertangkap saja. Ketika kita mendengar dengan serius, pikiran kita sering sibuk menempatkan apa yang kita dengar ke dalam situasi dan emosi kita, yang menciptakan hambatan untuk mendengar sepenuhnya apa yang dikatakan. Akibatnya seringkali membuat kita mengambil kesimpulan berdasarkan emosi diri semata sebelum semuanya dikatakan. Jangan seperti itu. Ambillah apa yang dapat kita tangkap dan ikuti arus.<br />
•    Semakin yakin kita dengan pendapat kita, semakin kita harus menahan diri untuk memberikan pendapat kita pada saat itu.</p>
<p><strong><br />
Warnings</strong></p>
<p><strong></strong><br />
•    Jangan pernah mengkritik selama listening, dan jangan pernah menyerang perasaan orang lain. Ini akan merusak reputasimu sebagai listener dan sepenuhnya akan mematikan motivasi curhater untuk bercerita.<br />
•    Jangan menghakimi orang lain karena opini atau tindakan mereka. Mereka sama seperti kita, bisa melakukan sesuatu yang tidak membanggakan. Tanya pada diri sendiri ‘Siapa saya sehingga berhak untuk menghakimi?’<br />
•    Jangan pernah berasumsi bahwa apa yang berjalan baik pada kita akan berjalan baik juga untuk orang lain.<br />
•    Jangan pernah merasa paling berpengalaman dengan masalah yang sedang didiskusikan.<br />
•    Jika kita menemukan diri kita sedang memikirkan respon sebelum orang lain selesai berbicara, itu berarti kita tidak sedang mendengarkan.<br />
•    Jika seseorang mengambil jeda untuk memikirikan kata-kata yang tepat, jangan menyela. Beberapa orang berhati2 tentang pilihan kata mereka. Itu tidak berarti mereka butuh pertolongan. Menginterupsi pikiran seseorang adalah tidak sopan dan mengganggu.</p>
<p>Intermezzo diambil dari <a title="stekpi" href="http://www.stekpi.ac.id/skin/Kombis/Bab%20II%20-%202.pdf" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Isi diterjemahkan dan disari dari <a title="wikihow" href="http://www.wikihow.com/Be-a-Good-Listener" target="_blank">sini</a>.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kutauyangkumau.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kutauyangkumau.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kutauyangkumau.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kutauyangkumau.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kutauyangkumau.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kutauyangkumau.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kutauyangkumau.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kutauyangkumau.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kutauyangkumau.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kutauyangkumau.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kutauyangkumau.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kutauyangkumau.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kutauyangkumau.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kutauyangkumau.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kutauyangkumau.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kutauyangkumau.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=95&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/25/how-to-be-a-good-listener/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b73f8188b5db083d0e70044cc76a6e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ukhticici</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mereka membuatku berhenti mengeluh</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/25/mereka-membuatku-berhenti-mengeluh/</link>
		<comments>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/25/mereka-membuatku-berhenti-mengeluh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 03:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhticici</dc:creator>
				<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutauyangkumau.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Aslinya, saya termasuk tipe manusia yang doyan mengeluh. Jika bertemu dengan seorang teman, saya akan mulai bercerita tentang pekerjaan yang membosankan, suasana rumah yang tidak menyenangkan, dan seterusnya. Saya merasa kebiasaan seperti ini wajar-wajar saja, untuk melampiaskan uneg-uneg, atau sekadar menginformasikan isi hati saya secara blak-blakan. Tapi saya mungkin patut bersyukur karena sebagian besar lawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=93&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aslinya, saya termasuk tipe manusia yang doyan mengeluh. Jika bertemu dengan  seorang teman, saya akan mulai bercerita tentang pekerjaan yang membosankan,  suasana rumah yang tidak menyenangkan, dan seterusnya. Saya merasa kebiasaan  seperti ini wajar-wajar saja, untuk melampiaskan uneg-uneg, atau sekadar  menginformasikan isi hati saya secara blak-blakan.</p>
<p>Tapi saya mungkin  patut bersyukur karena sebagian besar lawan bicara saya justru termasuk tipe  manusia yang tidak suka mendengar keluhan. Pernah dulu, saya bertemu dengan dua  orang teman lama. Kami pun ngobrol dengan akrab, bercerita tentang banyak  hal.</p>
<p>Lantas ketika tiba giliran saya untuk bercerita tentang pekerjaan,  saya pun mulai mengeluh lagi. Hal-hal negatif atau serba minus tentang kantor  saya pun meluncur dari mulut saya dengan lancar.</p>
<p>Tapi tiba-tiba, ketika  cerita saya belum selesai, kedua orang teman tersebut langsung berkata, &#8220;Oh ya,  sepertinya kami harus pergi, nih. Ada urusan lain. Sampai nanti, ya.  Bye!&#8221;</p>
<p>Firasat saya mengatakan, mereka tidak senang mendengan &#8220;omelan&#8221;  saya.</p>
<p>Hm, mungkin saya terlalu perasa, terlalu berburuk sangka terhadap  isi hati orang lain. Tapi kejadian seperti ini bukan hanya satu kali. Sudah  berulang kali saya menghadapi respons yang lebih kurang sama.</p>
<p>Ada di  antara mereka yang langsung pergi, ada yang tiba-tiba mengalihkan bahan  pembicaraan, ada juga yang diam seribu bahasa, tidak merespons sedikit pun  ucapan saya.</p>
<p>Pengalaman-pengalaman seperti itu secara perlahan membuat  saya sadar bahwa kebiasaan mengeluh bukanlah sesuatu yang baik. Mungkin saya  sudah mendapat citra negatif dari banyak orang. Jika benar demikian, huh&#8230;  betapa memalukan!</p>
<p>Lantas, sejak tahun 1991, saya rajin mengikuti  ceramah-ceramah Aa Gym yang terkenal dengan konsep Manajemen Qolbu-nya. Dari  ceramah-ceramah itulah, saya banyak belajar tentang cara mengendalikan hati dan  perasaan, tentang cara membersihkan hati kita dari kebiasaan-kebiasaan yang  buruk.</p>
<p>Alhamdulillah&#8230; secara perlahan saya mulai bisa meninggalkan  kebiasaan mengeluh tersebut. Bahkan kini, saya seringkali jengkel jika mendengar  orang mengeluh.</p>
<p>Saya merasa perlu berterima kasih kepada para teman dan  sahabat yang dulu sering menjadi &#8220;tong sampah&#8221; keluhan-keluhan saya. Sikap  mereka yang &#8220;antipati&#8221; (antara lain) telah membuat saya merasa perlu berubah  menjadi orang yang lebih baik.</p>
<p>Tentu saja, saya juga perlu berterima  kasih pada Aa Gym. Beliau pernah berkata dalam sebuah ceramahnya: Keluhan yang  sebesar apapun tak akan bisa menyelesaikan masalah. Justru, kita akan capek  sendiri karenanya.</p>
<p>Jadi, buat apa kita mengeluh?</p>
<p>Diambil dari <a title="Jonru" href="http://jonru.multiply.com/journal/item/308" target="_blank">sini</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kutauyangkumau.wordpress.com/93/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kutauyangkumau.wordpress.com/93/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kutauyangkumau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kutauyangkumau.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kutauyangkumau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kutauyangkumau.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kutauyangkumau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kutauyangkumau.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kutauyangkumau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kutauyangkumau.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kutauyangkumau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kutauyangkumau.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kutauyangkumau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kutauyangkumau.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kutauyangkumau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kutauyangkumau.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=93&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/25/mereka-membuatku-berhenti-mengeluh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b73f8188b5db083d0e70044cc76a6e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ukhticici</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dementor</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/25/dementor/</link>
		<comments>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/25/dementor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 02:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhticici</dc:creator>
				<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutauyangkumau.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tau tentang Dementor. Digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor adalah&#8230; &#8220;Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them&#8230; Get too near a [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=83&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="MsoNormalTable" style="width:100%;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:0;"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tau tentang Dementor. Digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor adalah&#8230;</p>
<p>&#8220;<em>Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them&#8230; Get too near a Dementor and every good feeling, every happy memory will be sucked out of you. If it can, the Dementor will feed on you long enough to reduce you to something like itself&#8230;soul-less and evil. You will be left with nothing but the worst experiences of your life.</em>&#8221; [<a href="http://harrypotter.wikia.com/wiki/Dementor">harry potter wikia</a>]</p>
<p>Atau dengan kata lain, <strong>Dementor punya kemampuan menyedot semangat hidup manusia sampe bisa jadi putus asa. </strong></p>
<p>Belakangan ini, gue menemukan bahwa ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi. Repotnya, Dementor di dunia nyata lebih sulit dikenali. Kalo di cerita Harry Potter Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa. Mereka bisa aja duduk di sebelah lo di kantin, berdiri di belakang lo waktu ngantri karcis busway, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik pintu bertuliskan &#8220;BOSS&#8221;.</p>
<p>Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada gunanya, dsb dsb. Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu menular, dan dampak penularannya sangat merugikan. <strong><span style="color:red;">Hati-hati!</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;">Kenapa kita sebaiknya </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;">jangan sampe</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;"> ketularan jadi Dementor?</span></strong></p>
<p><strong></strong><br />
Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita sendiri. Semakin banyak lo mengeluh, semakin lo benci sama diri sendiri. Semakin lo benci sama diri sendiri, lo semakin yakin bahwa diri lo nggak berguna. Semakin lo yakin diri lo nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.</p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;">Kenali Dementor sejak </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;">dini</span></strong></p>
<p><strong></strong><br />
Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:</p>
<p><strong>1. Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada solusinya. </strong></p>
<p>Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah, mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang tadinya &#8216;seru&#8217; dan &#8216;hore&#8217; jadi ngedrop dengan curhatan-curhatannya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Contoh:</span><br />
&#8220;Eh si X baru beli HP lho!&#8221; kata seseorang<br />
&#8220;Oh ya, apa merknya?&#8221; sambut yang lain antusias<br />
&#8220;Sony Ericsson, kalo nggak salah&#8221;<br />
<span style="color:#006600;">&#8220;SE?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor. Nih gue pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya&#8230; blablabla&#8230; mana harga jualnya cepet jatuh&#8230; blablabla&#8230; mau beli lagi nggak ada duit&#8230; blablabla&#8230; apa-apa sekarang mahal&#8230; blablabla&#8230; gaji nggak naik-naik&#8230;&#8221;<br />
</span>Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah. Atau dengan kata lain, ya itu tadi: <span style="text-decoration:underline;">ngedrop</span>.</p>
<p><strong>2. Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak peduli sebagus apapun keadaannya.<br />
</strong><br />
Kalo mau dibilang sebagai &#8216;bakat&#8217;, memang kemampuan Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang. Saat semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu, para Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu menemukan celanya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Contoh:</span><br />
&#8220;Gue kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng sekali ya&#8230; udah gitu keliatannya baik, lagi.&#8221;<br />
&#8220;Iya, gue juga pernah ketemu. Dia juga setia, lho&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik waktu kuliah dulu.&#8221;<br />
&#8220;Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan tinggi, kan?&#8221;<br />
<span style="color:#006600;">&#8220;&#8230;kalo tidur pasti ngorok kaya babi,&#8221; </span>kata sang Dementor merusak suasana.</p>
<p><strong>3.Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan.<br />
</strong><br />
<span style="text-decoration:underline;">Contoh:</span><br />
&#8220;Hai, gue denger abis pindah rumah ya?&#8221;<br />
&#8220;Iya nih, biasa&#8230; pinjeman dari kantor&#8230;&#8221;<br />
<span style="color:#006600;">&#8220;Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. gue dong masih ngontrak mulu&#8230;&#8221;</span><br />
&#8220;Oh&#8230;&#8221;<br />
<span style="color:#006600;">&#8220;Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah ngepas, gimana mau nabung buat beli rumah?&#8221;<br />
</span>&#8220;Ehm&#8230; tapi&#8230;&#8221;<br />
<span style="color:#006600;">&#8220;Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh rasanya&#8230; Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak&#8230;&#8221;<br />
</span>&#8220;Eh&#8230; permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?&#8221;</p>
<p><strong>4. Dementor gemar mematikan semangat orang lain. </strong></p>
<p>Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Contoh:</span><br />
&#8220;Gue mau coba bisnis baru nih!&#8221;<br />
&#8220;Bisnis apa?&#8221;<br />
&#8220;Jualan baju anak-anak&#8221;<br />
<span style="color:#006600;">&#8220;Yahhh&#8230; hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di ITC yang jualan baju udah segambreng?&#8221;</span><br />
&#8220;&#8230;tapi koleksi gue unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!&#8221;<br />
<span style="color:#006600;">&#8220;Alaaah&#8230; unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran. Liatin aja!&#8221;</span><br />
&#8220;Euh&#8230; gue juga berencana ngikutin perkembangan tren lho&#8230;&#8221;<br />
<span style="color:#006600;">&#8220;Emangnya lu kira gampang? Gue pernah tuh, coba jualan baju kayak elu. Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi. Mana barang dagangan dibawa kabur orang&#8230;&#8221;<br />
dst dst dst.<br />
</span><br />
<strong><span style="font-size:18pt;">Kiat menghadapi </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;">Dementor</span></strong></p>
<p><strong></strong><br />
Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang yang ada di dekat lo menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor, segeralah jauh-jauh. Cari alasan apa aja, bilang mau beli rokok ke Ujung Kulon kek, mau nguras sumur kek, terserah. Yang penting jangan deket-deket mereka. <span style="text-decoration:underline;">Ingat, Dementor itu sangat menular! </span></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;">Checklist Dementor</span></strong></p>
<p><strong></strong><br />
Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi nggak menyadarinya, coba teliti daftar berikut. Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati, kalian sedang menjelma menjadi Dementor. Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Sebagian besar orang lebih beruntung dari gue</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji      sekecil gue</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Gue      nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Gue nggak tau gue ingin jadi apa</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Gue benci sama kantor gue, tapi kalo gue resign nanti      nggak ada kantor lain yang mau nerima</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat pantat, pasti.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Dari dulu memang gue ditakdirkan apes</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Gue nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang      lain</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Orang tua gue asal-asalan nyekolahin gue, makanya gue      jadi kaya gini sekarang</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Gue nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih      baik</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum      ngerasain susahnya hidup gue, sih.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Percuma gue kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma      segitu-segitu aja</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Orang lain enak punya duit buat refreshing. Gue boro-boro      refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo gue stress.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Gue udah ketuaan untuk nyoba hal baru</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin gue</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit      kalo butuh. Giliran gue, yang ada emak gue nodong mulu buat beli beras</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kalo ada orang baik sama gue, pasti ada maunya</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Boss muji gue? Pasti dia salah orang. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>&#8220;7 Habits&#8221;-nya Steven Covey? Itu kan buatan      Amerika, mana bisa berlaku di sini</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi gue yang jelek      begini</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin      kurang ajar.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:18pt;">Pesan bagi para Dementor</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong></strong><br />
Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes sedunia. Padahal  sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang. Jadi, lo harus mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang. Itu nggak gampang, lho. Apa iya lo sehebat itu?</p>
<p>Gambar dementor gue pinjem dari <a href="http://www.foroswebgratis.com/imagenes-maria_isabel-19212-2.htm">sini</a></p>
<p class="MsoNormal">Taken from : <a href="http://mbot.multiply.com/journal/item/460/Dementor">http://mbot.multiply.com/journal/item/460/Dementor</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kutauyangkumau.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kutauyangkumau.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kutauyangkumau.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kutauyangkumau.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kutauyangkumau.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kutauyangkumau.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kutauyangkumau.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kutauyangkumau.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kutauyangkumau.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kutauyangkumau.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kutauyangkumau.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kutauyangkumau.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kutauyangkumau.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kutauyangkumau.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kutauyangkumau.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kutauyangkumau.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=83&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/07/25/dementor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b73f8188b5db083d0e70044cc76a6e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ukhticici</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Tentang Tukang Ledeng</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/04/03/cerita-tentang-tukang-ledeng/</link>
		<comments>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/04/03/cerita-tentang-tukang-ledeng/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 00:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhticici</dc:creator>
				<category><![CDATA[success story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/04/03/cerita-tentang-tukang-ledeng/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya.Kran itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh . Atas rekomendasiseorang temannya , Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kranmiliknya . Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanyacukup sibuk . Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=57&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya.Kran itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh . Atas rekomendasiseorang temannya , Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kranmiliknya . Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanyacukup sibuk .<br />
Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz , pak tukang ledeng menghubungi mr.Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi . Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng.Pada hari yang telah disepakati , si tukang ledeng datang ke rumah Mr.Benz untuk memperbaikikran yang bocor . Setelah kutak sana kutak sini , kranpun selesai diperbaiki dan pak tukang ledengpulang setelah menerima pembayaran atas jasanya .</p>
<p>Sekitar 2 minggu setelah hari itu , si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menanyakan apakah kranyang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah ? Mr. Benz berpikir pasti orang iniorang hebat walaupun cuma tukang ledeng . Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudahbenar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng .</p>
<p>Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja diperusahaannya ? Ya , namanya Christopher L.Jr . Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfactionand Public Relation di Mercedez Benz !Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari :</p>
<p>1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita . Jangan pernah memberinya sampah .</p>
<p>2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita . Hadapi dia face to face !</p>
<p>3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan Jadilah orang yang menyenangkan .</p>
<p>4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta</p>
<p>Diambil dari <a title="Beraniegagal" href="http://beranigagal.blogspot.com/2008/04/cerita-tentang-tukang-ledeng.html" target="_blank">sini</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kutauyangkumau.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kutauyangkumau.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kutauyangkumau.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kutauyangkumau.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kutauyangkumau.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kutauyangkumau.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kutauyangkumau.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kutauyangkumau.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kutauyangkumau.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kutauyangkumau.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kutauyangkumau.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kutauyangkumau.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kutauyangkumau.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kutauyangkumau.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kutauyangkumau.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kutauyangkumau.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=57&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/04/03/cerita-tentang-tukang-ledeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b73f8188b5db083d0e70044cc76a6e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ukhticici</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How To Motivate Your Self</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/02/15/how-to-motivate-your-self/</link>
		<comments>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/02/15/how-to-motivate-your-self/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 03:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhticici</dc:creator>
				<category><![CDATA[self development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutauyangkumau.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Rendahnya motivasi disebabkan oleh tiga hal yaitu: tidak pede, tidak fokus, dan tidak terarah. Biasanya, ketiganya akan muncul bersamaan dan saling menguatkan.TIDAK PEDE Jika Anda sendiri tidak percaya bahwa Anda bisa sukses, maka mencoba pun Anda tak akan melakukannya. Apalagi benar-benar melakukannya. Jika Anda merasa kurang PeDe, sebabnya adalah karena Anda sepenuhnya berfokus pada apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=56&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Rendahnya motivasi disebabkan oleh tiga hal yaitu: tidak pede, tidak fokus, dan tidak terarah. Biasanya, ketiganya akan muncul bersamaan dan saling menguatkan.</span></span><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;"><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;">TIDAK PEDE</span></span></strong></strong></span></span></p>
<p><em><span style="font-style:italic;">Jika Anda sendiri tidak percaya bahwa Anda bisa sukses, maka mencoba pun Anda tak akan melakukannya. Apalagi benar-benar melakukannya.</span></em></p>
<p>Jika Anda merasa kurang PeDe, sebabnya adalah karena Anda sepenuhnya berfokus pada apa yang Anda inginkan. Anda melupakan apa-apa yang sudah Anda punya.</p>
<p>Kemudian, pikiran Anda hanya menghasilkan penjelasan tentang mengapa Anda belum juga mendapatkannya.</p>
<p>Hasilnya adalah pikiran negatif.</p>
<p>Akibatnya adalah rasa cemburu dan berbagai pembenaran.</p>
<p><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;">Bersyukurlah!</span></span></strong></strong></p>
<p><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;">PEDE SECARA INSTAN</span></span></strong></strong></p>
<p>1. Pakailah pakaian yang membuat Anda PeDe. Orang yang paling memikirkan pakaian Anda adalah diri Anda sendiri. Jika Anda merasa tidak terlihat baik, maka itu akan mempengaruhi pembawaaan Anda.</p>
<p>2. Berjalanlah dengan lebih cepat. Berjalanlah dengan enerjik.</p>
<p>3. Perhatikan postur dan bahasa tubuh Anda. Jadilah antusias dan penuh semangat.</p>
<p>4. Dengarkanlah pembicara motivasional. Pembicara motivasional yang terbaik adalah diri Anda sendiri. Berbicaralah di depan cermin.</p>
<p>5. Bersyukurlah. Sediakan waktu khusus untuk itu. Shalat-lah. Berdoalah. Merenunglah.</p>
<p>6. Hargai dan pujilah orang lain.</p>
<p>7. Duduklah di baris depan, kecuali di bioskop atau di kursi VIP.</p>
<p>8. Bicaralah. Bicara yang baik atau diam. Jika itu baik bicaralah, apapun yang Anda rasakan.</p>
<p>9. Biasakan memberi. Bersedekahlah, beramal-lah. Berkontribusilah.</p>
<p><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;">TIDAK FOKUS</span></span></strong></strong></p>
<p><em><span style="font-style:italic;">Jika Anda tidak tahu persis apa yang Anda inginkan, jangan-jangan Anda memang tidak menginginkannya. </span></em></p>
<p>Nilai kembali diri Anda, apakah Anda lebih fokus pada apa yang tidak Anda inginkan atau pada apa yang Anda inginkan?</p>
<p>Saya takut gagal, saya takut miskin, saya takut dilecehkan, saya takut tidak mencapai target, saya takut mengecewakan, dan sebagainya.</p>
<p>Semua itu tidak mendorong Anda untuk bertindak. Takut akan membuat Anda diam di tempat.</p>
<p>Buatlah rencana dan langkah-langkah yang terukur.</p>
<p>Pikiran Anda akan mulai bekerja, sampai Anda tahu apa yang Anda mau.</p>
<p><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;">TIDAK TERARAH</span></span></strong></strong></p>
<p><em><span style="font-style:italic;">Jika Anda tidak tahu apa yang harus Anda lakukan, bagaimana mungkin Anda bisa termotivasi untuk melakukannya?</span></em></p>
<p>Fokus Anda adalah sasaran akhir. Arah Anda adalah strategi harian. Dengan kejelasan tentang &#8220;what next?&#8221;, maka Anda akan tetap termotivasi untuk melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Apakah aktivitas harian Anda mengarah kepada fokus atau tidak? Aktivitas mana yang mendekatkan dan mana yang menjauhkan Anda dari fokus?</p>
<p>Lakukan ini setiap hari:</p>
<p>Satu langkah kecil berdampak jangka pendek, dan<br />
Satu langkah besar berdampak jangka panjang.</p>
<p><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;">NEXT STEP: ACTION HABIT</span></span></strong></strong></p>
<p>1. Jangan tunggu sampai segalanya sempurna. Tak akan. Sebab ini dunia, bukan surga.</p>
<p>2. Jadilah pelaku, bukan pemikir. Bertindaklah hari ini. Segala sesuatu lebih berat di kepala daripada di pundak.</p>
<p>3. Ingatlah bahwa sekedar ide, tidak menciptakan sukses. Ia hanya bernilai jika diimplementasikan.</p>
<p>4. Tindakan adalah obat bagi kekhawatiran. Obat yang terbaik. Yang terberat adalah tindakan pertama. Selebihnya adalah bola salju.</p>
<p>5. Paksakan kreatifitas Anda. Jangan tunggu inspirasi. Just do it.</p>
<p>6. Hiduplah di hari ini. Hanya hari ini yang bisa Anda pengaruhi.</p>
<p>7. Get to the point. Jangan terlalu lama membaca tips ini. Lakukan sesuatu segera setelah tanda seru berikut ini!</p>
<p>Sumber: Pick The Brain</p>
<p><strong><strong><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;">Ikhwan Sopa</span></span></strong></strong><br />
<span class="sg">Trainer E.D.A.N.</span><br />
<span class="sg">+62 21 70096855</span><br />
<span class="sg">QA Communication</span><br />
<span class="sg">School of Motivational Communication</span><br />
<span class="sg"><a title="http://milis-bicara.blogspot.com" href="http://milis-bicara.blogspot.com/" target="_blank"><span style="color:#333333;"><span style="color:#333333;">http://milis</span></span><span style="color:#333333;"><span style="color:#333333;">-</span></span><span style="color:#333333;"><span style="color:#333333;">bicara.blogspot</span></span><span style="color:#333333;"><span style="color:#333333;">.</span></span><span style="color:#333333;"><span style="color:#333333;">com </span></span></a></span></p>
<p><span class="sg">Diambil dari <a title="beraniegagal" href="http://beranigagal.blogspot.com/2008/02/how-to-motivate-your-self.html" target="_blank">sini</a>.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kutauyangkumau.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kutauyangkumau.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kutauyangkumau.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kutauyangkumau.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kutauyangkumau.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kutauyangkumau.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kutauyangkumau.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kutauyangkumau.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kutauyangkumau.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kutauyangkumau.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kutauyangkumau.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kutauyangkumau.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kutauyangkumau.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kutauyangkumau.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kutauyangkumau.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kutauyangkumau.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=56&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/02/15/how-to-motivate-your-self/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b73f8188b5db083d0e70044cc76a6e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ukhticici</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Kesulitan Bergaul</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/02/15/mengatasi-kesulitan-bergaul/</link>
		<comments>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/02/15/mengatasi-kesulitan-bergaul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 03:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhticici</dc:creator>
				<category><![CDATA[win friends]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutauyangkumau.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sahabat mengatakan Dari sekian masalah yang harus kita hadapi dalam hidup ini, kesulitan dalam bergaul adalah salah satunya. Bagi yang kebetulan sedang menghadapi masalah ini, mungkin ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi masalah ini: 1. pergaulan itu erat kaitannya dengan kemampuan. Kemampuan di sini artinya bukan hasil bawaan dari lahir tetapi merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=55&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="Section1">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Banyak sahabat mengatakan Dari sekian masalah yang harus kita hadapi dalam hidup ini, kesulitan dalam bergaul adalah salah satunya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Bagi yang kebetulan sedang menghadapi masalah ini, mungkin ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi masalah ini: </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">1. pergaulan itu erat kaitannya dengan kemampuan. </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Kemampuan di sini artinya bukan hasil bawaan dari lahir tetapi merupakan kapabilitas yang diraih dari usaha dalam mengembangkan diri (developmental process). Jadi, apapun kepribadian anda, pada dasarnya anda punya kesempatan yang sama untuk bergaul seperti juga orang lain yang punya model kepribadian lain </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Sah-sah saja kita menyimpulkan, misalanya saja: saya orangnya termasuk Melankolis yang introvert, pemikir dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk Sanguinis yang ekstrovert, suka ngomong dan optimis. Saya orangnya termasuk Phlegmatis yang introvert, pengamat dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk Koleris yang ekstrovert pelaku dan optimis. Dan bla, bla, bla lainnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Tetapi ada satu hal yang perlu diingat bahwa dunia ini tidak peduli dengan apakah kita termasuk orang berkepribadian ini dan itu. Dunia ini hanya tahu satu hal: kalau kita mengalami kesusahan bergaul, hidup kita juga mengalami kesusahan yang tidak kita inginkan. Titik. Ini adalah sebuah dalil mengapa kita perlu mengembangkan potensi yang mendukung perbaikan kemampuan kita dalam bergaul, terlepas apapun model kepribadian kita. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Sejumlah istilah ilmiah yang bisa kita temukan dalam buku-buku kepribadian itu mestinya kita gunakan untuk melihat sisi plus-minus agar kita bisa mengembangkan diri sejati kita (bukan jadi seperti orang lain). Sebab, apapun model kepribadian kita pasti ada sisi plus yang perlu kita kembangkan untuk memperbaiki hidup dan pasti pula ada sisi minus yang perlu kita kontrol agar tidak sampai merugikan atau membahayakan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">2. Pergaulan itu tidak identik dengan banyak ngomong atau sedikit ngomong, tidak identik dengan apakah anda seorang pendiam atau tidak pendiam. </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Prinsip yang berlaku dalam pergaulan adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain (to build) dan bagaimana kita menjaga hubungan itu (to maintain). Karenanya, jangan heran bila menjumpai ada orang yang banyak ngomong tetapi pergaulannya sempit dan jangan heran pula bila melihat ada orang yang sedikit ngomong tetapi pergaulannya luas. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Sekali lagi perlu kita yakinkan pada diri sendiri bahwa bergaul adalah bagian penting dari ketrampilan hidup. Kita semua sudah tahu bahwa di dunia ini pasti tidak ada buku atau perpustakaan yang bisa mengungkap manfaat pergaulan karena saking banyaknya manfaat itu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Ada</span></span><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;"> beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah kesulitan bergaul ini, antara lain:</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">1. Melatih kepedulian</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Kepedulian itu bentuknya bermacam-macam dari mulai yang paling ringan bisa kita lakukan sampai ke yang paling berat. Ini misalnya adalah showing interest (menunjukkan ketertarikan) pada kehidupan orang lain, bisa diajak berbicara tentang apa yang penting menurut orang lain, memberikan alasan pada orang lain bahwa Anda tidak berada di pulau yang berbeda dengan mereka, dan seterusnya. Di sini berarti Anda perlu meningkatkan wawasan yang terkait dengan beberapa topik utama di lingkungan Anda. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Meskipun showing interest itu gratis tetapi kalau untuk kepentingan mengatasi masalah kesulitan bergaul, biasanya berperan sangat penting. Untuk selanjutnya, bentuk kepedulian ini bisa Anda tingkatkan, misalnya melibatkan diri pada aktivitas bersama dengan orang lain, memainkan peranan yang bermanfaat bagi orang lain, memberi bantuan pada orang lain yang membutuhkan anda, dan seterusnya. Intinya, jangan sampai kita menyalahkan model kepribadian yang kita miliki seiring dengan serangkaian kesulitan bergaul yang kita alami sementara kita sendiri jarang menunjukkan ketertarikan pada topik atau hal yang menarik buat orang lain. Kita merasa hidup di pulau yang jauh dengan orang lain. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">2. Fokuskan pada pengembangan dialog dan suasana</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Seperti yang sudah kita bahas di muka, terlalu memikirkan diri sendiri dan terlalu membuat penilaian atas orang lain pada saat pembicaraan berlangsung, ini bisa mengganggu suasana. Karena itu, fokuskan pada suasana, topik pembicaraan, dan kehangatan dialog. Bagaimana caranya? Di antaranya adalah: a) mengajukan pertanyaan yang bisa kita pelajari dengan menggunakan kaidah 5W1H (what, where, who, why, when, dan how), b) mendengarkan dan mengungkapkan, c) memunculkan humor atau guyonan yang mendukung dan sesuai kebutuhan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">3. Menghormati &#8220;privay&#8221; orang lain</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Ada</span></span><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;"> beberapa hal tentang orang lain yang membuatnya akan lebih suka kalau kita ketahui, tetapi juga ada beberapa hal tentang orang lain yang akan membuatnya tidak nyaman kalau kita ketahui. Hal-hal tentang orang lain yang membuatnya tidak nyaman kalau kita ketahui inilah yang saya maksudkan dengan privacy. Biasanya yang kedua ini adalah masalah-masalah yang sangat pribadi. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Setiap orang itu biasanya memiliki tiga wilayah kehidupan. Pertama adalah wilayah publik (diketahui secara umum, misalnya tinggal di mana, sekolah di mana, dst), kedua, wilayah privat (diketahui hanya oleh orang yang dekat, pacarnya siapa, musuhnya siapa, dst), dan ketiga adalah wilayah pribadi (tidak ingin diketahui oleh siapapun kecuali dirinya atau suami-istrinya). Untuk kepentingan kelancaran bergaul, akan lebih OK kalau kita memfokuskan diri untuk mengetahui hal-hal yang memang orang lain merasa nyaman untuk diketahui (wilayah publik) dan melupakan apa saja yang membuat orang lain merasa tidak nyaman bila diketahui (wilayah pribadi) </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">4. Lihat orang lain yang lebih berhasil</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Pergaulan itu erat kaitannya dengan seni (the art) atau permainan, (playing the game) tentang bagaimana menjalin hubungan dengan orang lain. Karena seni, maka gayanya berbeda-beda dan ini tidak terkait dengan apakah anda orang yang tipenya banyak ngomong atau sedikit ngomong. Dan, dalam seni permainan, biasanya ada dua hal yang mendasar, yaitu: a) bagaimana anda mengontrol emosi, b) bagaimana anda mengimbangi emosi orang lain. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Dua hal ini memang agak sulit kalau dijelaskan dengan kata-kata. Akan lebih cepat bisa anda pahami dengan melihat bagaimana orang lain yang secara prestasi di atas Anda menjaga hubungan. Mereka yang telah berhasil menjaga hubungan sampai bertahun-tahun, umumnya sudah memiliki kematangan emosi yang lebih bagus. Ini bukan berarti mereka tidak pernah konflik, gap, berbeda pendapat dan lain-lain, tetapi karena mereka sudah tahu bagaimana bermain-main dengan emosi. Karena itu, ada hal-hal yang ditanggapi dengan diam, dengan bicara, dengan ketawa, dengan biasa-biasa, dengan humor, dan lain-lain. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Kalau Anda kesulitan mencari contoh, lihatlah bagaiman orang tua kita yang telah bertahun-tahun mempertahankan hubungan dalam membina keluarga. Secara umum bisa kita lihat bahwa kecanggihannya dalam memainkan emosi terletak pada kemampuannya untuk tidak &#8220;meng-ekstrim-kan&#8221; sesuatu yang berpotensi akan mengacaukan keadaan atau hubungan. Untuk mencapai kemampuan ini memang perlu latihan dan ini tidak terkait langsung dengan umur tetapi terkait dengan pengalaman hidup (life experiencing). </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">5. Tingkatkan prestasi Anda</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Ini adalah kunci untuk mengatasi masalah-masalah kejiwaan umum itu. Semakin banyak hal-hal positif yang bisa Anda realisasikan dari diri Anda, maka semakin baguslah Anda merasakan diri anda. Bagaimana kita merasakan diri kita akan terkait dengan bagaimana kita berhadapan dengan orang lain. Karena itu, menurut teori kesehatan mental, orang yang sedang depresi (punya perasaan negatif terhadap diri sendiri, orang lain, keadaan atau Tuhan) tidak bisa membangun hubungan dengan orang lain secara positif dan konstruktif. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Best Regard</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Erwin Arianto,SE</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;font-family:Tahoma;color:#333333;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333333;">Diambil dari <a title="beraniegagal" href="http://beranigagal.blogspot.com/2008/02/mengatasi-kesulitan-bergaul.html" target="_blank">sini</a>.</span></span></p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kutauyangkumau.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kutauyangkumau.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kutauyangkumau.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kutauyangkumau.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kutauyangkumau.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kutauyangkumau.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kutauyangkumau.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kutauyangkumau.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kutauyangkumau.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kutauyangkumau.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kutauyangkumau.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kutauyangkumau.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kutauyangkumau.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kutauyangkumau.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kutauyangkumau.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kutauyangkumau.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=55&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/02/15/mengatasi-kesulitan-bergaul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b73f8188b5db083d0e70044cc76a6e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ukhticici</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berusaha Kering di Tempat Basah</title>
		<link>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/02/06/berusaha-kering-di-tempat-basah/</link>
		<comments>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/02/06/berusaha-kering-di-tempat-basah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 01:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhticici</dc:creator>
				<category><![CDATA[integrity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kutauyangkumau.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Siang ini saya mendapatkan panggilan telepon istimewa. Saya sebut istimewa karena yang menelepon adalah seorang teman lama. Yang kedua, istimewa karena dia mau konsultasi. &#8230; Wah.. wah.. saya dianggap konsultan!Sebut saja namanya Pak Eka. Dia mengabarkan bahwa sekarang dia bekerja di bagian General Affairs, yang salah satunya adalah mengurusi pembelian tiket para bos expat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=54&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang ini saya mendapatkan panggilan telepon istimewa. Saya sebut istimewa karena yang menelepon adalah seorang teman lama. Yang kedua, istimewa karena dia mau konsultasi. &#8230; Wah.. wah.. saya dianggap konsultan!Sebut saja namanya Pak Eka. Dia mengabarkan bahwa sekarang dia bekerja di bagian General Affairs, yang salah satunya adalah mengurusi pembelian tiket para bos expat yang mau bepergian. Baik keluar negeri maupun di dalam negeri. Ceritanya dia baru saja ditelpon oleh perusahaan travel.</p>
<p>Travel : â€Pak Eka, kapan poinnya diambil?â€Pak Eka: â€Poin apa?â€Travel : â€Setiap pembelian tiket, Bapak mendapat poin.â€ Besaran pin berbeda-beda tergantung tujuan dan maskapai penerbangan yang dipakai.Travel : â€Poin bisa diuangkan, Pak.â€Pak Eka bengong, karena nggak nyangka ada yang beginian.</p>
<p>Travel : â€œIni biasa, Pak.â€Pak Eka mengatakan kepada saya, bahwa dia tahu persis bahwa ini bukan haknya. Karena yang beli tiket bukan dia. Tapi perusahaan. Dia Cuma pegawai yang membelikan tiket saja. Alhamdulillah, memang Pak Eka sudah sering ngaji, sehingga tahu benar bahwa yang demikian tidak boleh diambil. Apalagi untuk kepentingan pribadi. Bahwa ini adalah bahasa lain dari komisi. Atau discount yang pasti perusahaannya lebih berhak.Terus? Apa masalahnya?Pak Eka melanjutkan. Beberapa kali dia minta manajemen untuk membelikan karpet untuk musholla perusahaan. Tapi selalu ditolak, karena alasannya tidak ada hubungan dengan bisnis. Biasa&#8230;. perusahaan asing non muslim!Nah, sekarang terpikir olehnya, yang kemudian ditanyakan kepada saya.</p>
<p>Bolehkan poin dari perusahaan travel ini ditukar uang lalu dibelikan karpet untuk perusahaan?Saya yang tiba-tiba dijadikan konsultan, bengong. Apalagi ini masalah agama yang fatwanya harus dipertanggungjawabkan tidak hanya di dunia ini saja. Saya katakan, jika ini poin untuk perusahaan, maka seharusnya kembalinya ke perusahaan. Musolla adalah aset perusahaan. Jadi boleh saja dibelikan karpet untuk Musholla perusahaan.Tapi, biar aman yaitu agar Pak Eka, tidak terganggu imannya dengan uang yang ada di tangan, saya katakan, â€Minta aja kepada perusahaan travel agar anggaran untuk poin itu oleh travel dibelikan karpet. Jadi karpet itu menjadi sumbangan perusaan travel kepada Musholla perusahaan.</p>
<p>â€ Dengan demikian, status karpet itu adalah hibah perusahaan travel kepada Mushola perusahaan.Sami mawon? Entahlah. Saya juga pusing, karena saya bukan ahli fikih.Bisnis sekarang memang sedemikian rumitnya. Banyak cara yang dipakai untuk mengikat customer. Tetapi yang dilakukan seringkali adalah memberikan advantage kepada pegawai kuncinya. Bukan kepada corporate itu sendiri.Vendor tahu persis, bahwa corporate tidak punya hati dan nafsu. Yang punya hati dan nafsu adalah pegawainya. Maka yang perlu diikat adalah pegawainya.</p>
<p>Dengan iming-iming komisi, discount, poin dsb.Maka, kata Pak Eka, masalah poin ini tidak pernah ada pemberitahuan resmi B to B. Sehingga corporate tidak tahu. Karena bagi sebagian vendor lebih efectiv mempengaruhi man behind the gun dari pada the gun nya itu sendiri.Maka, komisi dengan berbagai namanya sedemikian deras mengguyur para pegawai yang duduk di tempat seperti ini. Makanya tempat ini di sebut tempat yang basah. Pak Eka tahu bagaimana panas dingin akan menghinggapi jiwa raganya jika dia membiarkan dirinya terguyur hujan komisi terus menerus. Maka dia berupaya keras agar bisa tetap kering di tempat basah.Tentu sangat aneh dan ditertawakan orang jika di kolam renang kita menggunakan jas hujan yang menutup sekujur tubuh agar tidak basah kuyup.Maka kalau tidak tahan diketawain orang ya tinggalkan saja kolam renang itu.</p>
<p>Demikian juga Pak Eka. Katanya, â€saya mau melamar pekerjaan lain aja, deh.â€ Tapi kali ini bukan karena takut masuk angin di tempat basah, tapi karena â€Presdir pelit banget. Masak untuk Musholla perusahaan saja gak mau beliin karpet.â€ Gara-gara itu dia harus mendapatkannya dengan cara tukar poin seperti yang saya sarankan.</p>
<p>Choirul Asyhar</p>
<p>Diambil dari <a title="beraniegagal" href="http://beranigagal.blogspot.com/2008/02/berusaha-kering-di-tempat-basah.html" target="_blank">sini</a>.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kutauyangkumau.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kutauyangkumau.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kutauyangkumau.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kutauyangkumau.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kutauyangkumau.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kutauyangkumau.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kutauyangkumau.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kutauyangkumau.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kutauyangkumau.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kutauyangkumau.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kutauyangkumau.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kutauyangkumau.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kutauyangkumau.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kutauyangkumau.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kutauyangkumau.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kutauyangkumau.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kutauyangkumau.wordpress.com&amp;blog=2168217&amp;post=54&amp;subd=kutauyangkumau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kutauyangkumau.wordpress.com/2008/02/06/berusaha-kering-di-tempat-basah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b73f8188b5db083d0e70044cc76a6e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ukhticici</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
